Keinginan untuk tampil beda terkadang muncul di dalam diri kita,
termasuk dengan kendaraan masing-masing. Agar terlihat lebih keren, tak
jarang para pemilik kendaraan memodifikasi bagian tertentu kendaraan
mereka. Salah satu hal yang sering dijumpai adalah mengganti
ban standar
pabrik dengan ukuran yang lebih besar. Dengan
ban yang lebih besar,
tentu mobil kesayangan memiliki tampilan yang lebih menarik. Tetapi,
mengganti
ban saja tanpa dibarengi dengan mengganti peranti lainnya
seperti suspensi dan sebagainya akan menyebabkan ketidaknyamanan dalam
berkendara.
Ukuran velg dan
ban sangat berpengaruh dengan faktor kenyamanan
saat berkendara. Menurut Toni, Chief Staff Technical Service PT Sumi
Rubber Indonesia, penggantian
ban dengan ukuran non-standar berdasarkan
ukuran telapak (tread) dan profil (side wall) tentu memiliki konsekuensi
atau efek secara langsung terhadap kendaraan. Oleh karena itu,
pengubahan dari ukuran ban dibatasi hanya sebesar 2 ukuran dari
standarnya. Hal ini agar penggantian
ban tidak berpengaruh negatif
terhadap pengendaraan mobil secara signifikan.
Perubahan ukuran
tread (telapak ban) sebesar 2 ukuran (profil velg, dan ketinggian
suspensi tetap) dapat memberikan berbagai konsekuensi . Pertama, radius
putar minimum. Penggunaan telapak
ban yang melebihi standar pabrikan
tanpa diikuti pengurangan jarak pijak akan menambah lebar keseluruhan
posisi telapak
ban sehingga keluar dari posisi semestinya. Hal ini
mengakibatkan radius putar minimum mobil menjadi bertambah sehingga
mobil menjadi lebih sulit untuk berbelok seperti saat akan melakukan
u-turn. Sebaliknya, penggunaan
ban yang memiliki telapak lebih kecil
tanpa diikuti dengan penambahan jarak pijak akan mengakibatkan posisi
telapak
ban menjadi lebih masuk dari posisi semestinya sehingga jarak
radius putar menjadi berkurang.
Hal berikutnya adalah
akselerasi. Pergantian
ban dengan telapak
ban yang lebih besar akan
menambah luas bidang gesekan antara
ban dengan permukaan jalan. Dengan
demikian kemampuan mobil untuk berakselerasi akan berkurang (tarikan
menjadi lebih berat). Sebaliknya,
ban bertelapak lebih kecil akan
meningkatkan kemampuan akselerasi (tarikan menjadi lebih ringan) karena
luas bidang gesekan antara
ban dengan permukaan jalan berkurang. Begitu
juga soal efisiensi. Karena penggunaan telapak
ban lebih besar menambah
luas bidang gesekan antara
ban dengan permukaan jalan, maka output
(tenaga dan torsi) yang diperlukan dari mesin untuk menggerakkan
ban
menjadi lebih besar sehingga efisiensi bahan bakar menurun.Terakhir adalah pengereman. Telapak
ban yang lebih besar akan membuat
friksi atau gesekan antara
ban bertambah dengan permukaan jalan sehingga
pengereman akan menjadi lebih efektif dan lebih baik. Atau dengan kata
lain, atau dengan kata lain, jarak dan waktu pengereman yang dibutuhkan
menjadi lebih singkat. Sedangkan penggunaan telapak
ban lebih kecil
sebaliknya.
Dengan mempertimbangkan hal-hal di atas, pergantian
ban tentu harus lebih diperhatikan agar tidak ada penyesalan di
kemudian hari.